Ke mana Ustad S? Entahlah. "Dia pernah mengaku tinggal sementara di Cirebon, sebelum mengurus sebuah pesantren di Solo," kata warga Candraloka saat berbincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (8/8/2009).
Di Candraloka, Ustad S tinggal di sebuah rumah di RT 3 RW 10. Dia datang bersama keluarganya sekitar 1 tahun lalu. Dia memiliki seorang istri yang mengenakan cadar dan 1 orang anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ustad S juga pernah menjadi khotib salat Jumat di Masjid Raya Telaga Kahuripan. Namun, suatu saat, Ustad S pernah menjadi bahan perbincangan para jamaah, karena berkhutbah dengan menggunakan salawat yang berbeda dengan biasanya.
Sekitar tiga bulan lalu, Ustad S sudah meninggalkan rumahnya dan memboyong keluarganya. Tapi sesekali, dia terkadang terlihat menengok rumah yang ia tinggalkan itu. Menurut warga setempat, rumah yang ditempati Ustad S bukan rumah miliknya, tapi rumah milik kakaknya.
Dani dikenal cukup dekat dengan Ustad S. Seorang warga yang pernah diundang Ustad S ke rumahnya, pernah melihat Dani di dalam rumah itu. Di rumah Ustad S juga ada buku karya Imam Samudra dan semacam dokumen yang bertuliskan 'Top Secret'.
Seorang warga lain juga pernah menuturkan bahwa ayah Dani, Zulkifli, pernah bercerita bahwa pernah Dani diajak oleh Ustad S untuk menghadiri sebuah acara di Jakarta. "Anak saya (Dani) diajak Ustad S menghadiri acara di Jakarta. Dari subuh sudah pergi dia," kata Zulkifli ke warga tersebut pada saat itu. Dani dekat dengan Ustad S jauh-jauh hari sebelum Zulkifli, yang merupakan satpam Telaga Kahuripan, masuk penjara karena kasus pencurian.
Saat ini, warga Candraloka tidak mengetahui pasti keberadaan Ustad S. "Sempat ada tayangan di televisi yang menyebut bahwa ada pria berinisial SZ ditangkap karena kasus terorisme. Tapi, kami pikir tidak, karena dia di sini mengenalkan nama dengan inisial SJ," kata warga itu.
Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan pihaknya saat ini masih memburu pria berinisial SS. SS disebut sebagai orang yang merekrut Dani sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott Jakarta dan Nana sebagai pelaku bom bunuh diri di Ritz-Carlton.
(asy/nrl)











































