Hal itu diungkapkan ayah kandung Air Setiawan, Agus Purwanto, saat ditemui di rumahnya di Kampung Brengosan RT 08 RW 13, Kelurahan Purwosari, Solo, Sabtu (8/8/2009).
Namun, sejak tersiar kabar suaminya tewas, istri Air Setiawan langsung menutup diri. Wanita yang tengah mengandung anak kedua itu tidak ingin ditemui oleh siapa pun, termasuk para wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, dalam penggerebekan di sebuah rumah di Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi, dini hari tadi, Densus 88 Mabes Polri menembak mati dua tersangka teroris. Polisi mengindetifikasi keduanya sebagai Air Setiawan dan Eko Peyang.
Dalam penggerebekan itu polisi juga menemukan 1 bom mobil dan 3 bom yang disetting untuk bunuh diri yang mirip dengan bom Marriott.
Air Setiawan bukan baru kali ini dia berhadapan dengan Densus 88/AT. Lelaki kelahiran 1981 tersebut pernah ditangkap polisi tahun 2004 lalu. Setelah ditahan selama 14 hari, dia dibebaskan kembali.
Setelah bebas dia kembali meneruskan usaha bengkel sepeda di dekat rumahnya, tepatnya persis di depan kantor DPC PDIP Solo. Bengkel tersebut lalu ditutup, dia kemudian menekuni usaha pengecatan timbangan besi hingga sekarang. (djo/djo)










































