Hal tersebut dipaparkan oleh ayah kandung Air Setiawan, Agus Purwanto, saat ditemui wartawan di rumahnya di Kampung Brengosan RT 08 RW 13, Kelurahan Purwosari, Solo, Sabtu (8/8/2009). Agus mengaku belum sepenuhnya bisa mempercayai pemberitaan bahwa Air telah tewas dalam penyergapan polisi.
"Kemarin siang pukul 11.00 WIB dia masih ikut kerja bakti kampung. Setelah itu dia memang pergi. Kemana perginya, saya tidak tahu. Dari dulu memang Air tidak pernah berpamitan kalau hendak bepergian," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Air dan Eko tewas dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri di sebuah rumah di Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi, dini hari tadi. Dalam penggerebekan itu polisi menemukan 1 bom mobil dan 3 bom yang disetting untuk bunuh diri yang mirip dengan bom Marriott.
Menurut informasi yang diperoleh detikcom, rumah tempat Air dan Eko ditembak adalah milik warga bernama Haji Suparno. Keduanya sudah tinggal di rumah itu sejak 2 bulan lalu.
(mbr/djo)











































