Salah satu yang ditemui Densus 88 adalah Ketua Karang Taruna Candraloka, berinisial RS.Β Saat dihubungi detikcom, RS mengaku didatangi dan ditanya oleh Densus 88. "Saya didatangi Densus 88 sekitar lima hari lalu," kata pemuda yang menolak disebutkan nama lengkapnya itu.
Kepada RS, Densus menanyakan tentang Dani Dwi Permana. RS didatangi Densus, karena selama ini Dani memang aktif di Karang Taruna, selain aktif di remaja masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RS pun memanggil teman-teman Dani untuk memastikannya. "Dari foto-foto dan CCTV yang disampaikan, memang kemungkinan itu Dani. Dari CCTV, orang yang mengenakan topi dan jaket itu sepertinya Dani, karena teman-teman sangat paham bagaimana dia berjalan. Jaketnya juga dikenali teman-teman," ujar dia.
Dia tidak tahu siapa lagi yang didatangi Densus untuk mencari kepastian data Dani. Yang jelas, saat itu, Densus 88 telah mengantongi alamat lengkap Dani di RT 07 RW 10 Candraloka Perumahan Telaga Kahuripan. "Alamat yang dibawa Densus, benar semua," ujar dia.
Tentang Dani, RS tahu banyak. Dia membenarkan bahwa Dani memang bernama lengkap Dani Dwi Permana. Juni 2009 lalu, Dani baru saja lulus dari SMU Yadika Bogor. Umur Dani sekitar 18 tahun. Dani juga memiliki postur tinggi sekitar 170 cm.
RS mengaku teman-teman di Karang Taruna sempat tidak percaya bahwa Dani sebagai pelaku bom di Marriott. Karena selama ini, Dani berperilaku seperti remaja lain dan dikenal sebagai anak yang baik.
Tentang keberadaan Dani, RS mengaku sejak dua bulan lalu, memang sudah tidak terlihat di Kahuripan. Saat meninggalkan Kahuripan, Dani tidak memberitahu kepada RS kepada perginya. Hanya saja, kepada teman-temannya, Dani mengaku ingin pulang ke Palembang. (asy/nrl)











































