"Mereka (Indra dan Aris), masih sepupuan dengan Tatag yang ditangkap 3 tahun lalu. Tatag adalah anak Pak Mohzahri (pemilik rumah yang digerebek)," kata tetangga Mohzahri yang tak ingin disebutkan namanya, Jumat (7/8/2009).
Menurut sumber itu, Indra dan Aris adalah sosok yang tak terlalu bergaul. Meski demikian, keduanya ramah dan bersikap wajar jika bertemu dengan warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan, Aris mempunyai 3 orang anak dan Indra mempunyai 1 orang anak. Istri keduanya sehari-hari mengenakan cadar.
Mengenai sosok Mohzahri, sambung sumber itu, adalah pensiunan guru agama di sebuah SMP negeri. Namun saat ini dia mengajar sebagai guru Agama di SMP Muhammadiyah Kedu.
"Sejak Tatag ditangkap, tidak ada orang baru di rumah Pak Mohzahri," ungkap sumber itu.
Namun berdasarkan penelusuran yang dilakukan detikcom, Tatag tidak jelas ditangkap Densus 88 atau menghilang. Informasi yang beredar, pemuda tiba-tiba lenyap diculik oleh sekolompok orang.
(djo/djo)











































