"Waktu itu dia pentas di ITB, luar biasa. Kami sampai nyaris digerebek zaman itu," kata Hatta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/8/2009).
Hatta menceritakan, saat itu dia masih menjadi mahasiswa di ITB. Sebagai aktivis kampus, Hatta dan teman-temanya mengundang Rendra dengan Bengkel Teater memantaskan karya drama..
"Lakonnya saya sudah lupa," jawab Hatta ditanya tentang judul drama Rendra.
Tapi masih dingatnya benar kepribadian dari Rendra yang sangat menonjol dibandingkan masyarakat pada umumnya kala itu, yakni keberanian untuk menyampaikan kritik dan protes pada pemerintah melalui karya seni.
"Beliau sangat kritis dan tajam di saat orang lain tidak berani kritis saking rasa takutnya," kenang Hatta.
Dalam kesempatan itu, Hatta mengatakan, Presiden SBY telah menyampaikan rasa belasungkawa langsung ke rumah duka.
"Beliau ikut berbelasungkawa atas kepergian WS Rendra, budayawan besar," ujar Mensesneg.
(lh/aan)











































