Rendra Batal Pentas Seabad Kebangkitan Nasional

Rendra Batal Pentas Seabad Kebangkitan Nasional

- detikNews
Jumat, 07 Agu 2009 13:42 WIB
 Rendra Batal Pentas Seabad Kebangkitan Nasional
Solo - WS Rendra berencana menggelar pementasan di sejumlah kota untuk memperingati kemerdekaan RI dan seabad kebangkitan nasional. Mata tombak sepanjang dua meter yang akan dijadikan bagian pergelaran hingga kini masih berada di rumah salah seorang sahabatnya di Solo.

Sugiyatno adalah orang kepercayaan Rendra jika sedang berada di Solo, kampung halaman seniman besar tersebut. Banyak hal disampaiakan Rendra kepada Sugiyatno. Salah satunya adalah ide menggelar pementasan peringatan seabad kebangkitan nasional.

Bahkan kepada Sugiyatno pula, Rendra memesan sebilah tombak yang rencananya akan dikirabkan ke berbagai kota seiring dengan rencana pementasan keliling itu. Kebetulan Sugiyatno memang berprofesi sebagai pedagang barang-barang antik, pusaka tradisional dan penerjemah naskah-naskah kuno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tombaknya dhapur Plered pamor rondhulu. Bilah tombaknya saja sepanjang dua meter. Seusai dikirabkan, tombak itu rencananya akan kami hadiahkan kepada Mas Willy sebagai koleksi pribadi beliau," ujar Sugiyatno sambil menunjuk tombak yang dimaksud saat ditemui di rumahnya di Solo, Jumat (7/8/2009).

Rencana semula beberapa waktu lalu Sugiyatno akan mengantarkan tombak itu ke Bengkel Teater. Namun rencana itu tertunda seiring kabar memburuknya kesehatan dramawan gaek tersebut. Pengiriman tombak itu dipastikan batal setelah wafatnya Rendra karena dipastikan pementasan keliling juga akan batal.

Ide pementasan itu, menurut Sugiyatno, mengambil momentum HUT kemerdekaan RI dengan spirit seabad kebangkitan nasional. Pemikiran nasionalis dan kecintaan Rendra pada bangsa dan negara mendorongnya untuk terus mengingatkan kebangkitan bersama sebagai yang merdeka.

"Kalau urusannya dengan bangsa, negara, NKRI dan semacamnya. Mas Willy tak pernah kenal lelah untuk terus menggelorakannya. Prinsip menjaga daya hidup benar-benar dipegangnya," kata Sugiyatno.

(mbr/djo)


Berita Terkait