"Nama NAD itu adalah nama manipulasi karena banyak konflik. Kami meminta kembali ke nama murni, ke nama Aceh," ujar Irwandi.
Irwandi mengatakan itu usai penandatangan naskah perjanjian hibah dan serah terima aset negara kepada Aceh di Gedung Kekayaan Negara Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2009).
Sebelumnya, saat memberikan sambutan, Irwandi mengatakan sudah mengajukan pergantian nama itu ke pemerintah pusat.
"Saya sudah mengajukan pergantian nama ini ke pusat sekitar 4 bulan lalu. Surat edarannya sudah ada," kata Irwandi yang memberikan komentar saat namanya dipanggil sebagai Gubernur NAD.
(nik/iy)










































