"Ya terakhir beliau pernah mengatakan kepada saya supaya sering dan berbicara dengan keluarganya. Waktu itu ada Mbak Ida (Ken Zuraida-istri Rendra) dan Clara Sinta (anak Rendra). Jadi saat itu tentang keluarga lah yang dia tekankan," ujar Jusman.
Hal itu dikatakan Jusman saat melayat di kediaman Rendra di Perumahan Pesona Depok Blok AV No 5, Jumat (7/8/2009).
Jusman mengaku mengenal Willi, sapaan dekat Rendra, di tahun 1970 saat berlangsungnya diskusi mahasiswa. "Saya bertemu dengan Mas Willi dan sikapnya berubah. Sajak-sajaknya sangat gamblang membahas realitas kehidupan," ucap Jusman yang juga ikut menyalati jenazah karibnya itu.
Willi dikenang Jusman sebagai seorang pemerhati kondisi bangsa dari dulu hingga ajalnya menjemput. Menurut Willi, masih ada ketimpangan jarak sosial di masyarakat.
"Waktu itu saya menanyakan, bang sakitnya apa? Dia cerita, sakitnya tentang jantung. Saya juga mendengar saat mau diinfus beliau menolak dan sebagainya. Tapi pada waktu itu pembicaraan kami itu berubah bukan tentang sakit yang diderita tapi malah tentang realitas sosial yang ada," kenang Jusman yang datang pukul 07.48 WIB dan mengenakan baju batik biru tua dan peci.
(amd/anw)











































