"Untuk Ring I pada tahun lalu yang bisa kita sewa sekitar 11 persen, sekarang sudah 26,39 persen. Sedangkan untuk penginapan di Ring II tahun lalu mencapai 90 persen, kini turun menjadi 72 persen," kata Direktur Pembinaan Haji Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag, HA Kartono, dalam Pelatihan Petugas PPIH Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2009).
Menurut Kartono, sekitar 406 rumah dan hotel yang disewa bagi pemondokan jamaah haji asal Indonesia. Di Ring I yang berjumlah 116 rumah dan hotel yang akan menampung 32.408 jamaah calhaj di kawasan Hafair yang terjauh atau berjarak sekitar 2 km dari Masjidil Haram.
Sementara Syarif Mansur I terdekat dengan Masjidil Haram, selebihnya tersebar di Jarwal, Sulaimaniah, Jumaizah dan Misfalah. Untuk Ring II, sekitar 290 pemondokan telah disiapkan untuk menampung 142.869 jamaah calhaj, yaitu di wilayah Misbah Jin, Aziziyah Jurubiah, Sysah, Bakutmah, Makabah, Raf Zahid, Syarif Mansur II, Syarif Ummur Quro, Syarif Sittin dan Zahir.
"75 persen pemondokan saat ini berada di wilayah Markaziyah atau pusat perhotelan dan 25 persen di wilayah non markaziyah," jelasnya.
Kartono menjelaskan, semakin jauhnya pemondokan jamaah haji disebabkan adanya sejumlah pengembangan dan pembangunan di kota Mekkah, khususnya di sekitar Masjidil Haram. Di antaranya perluasan Mas'a atau tempat Sa'i di sekitar Masjid yang sebelumnya hanya satu lantai kini menjadi tiga lantai.
Selain itu perluasan halaman Masjidil Haram hingga ke Masjid Kuching yang jauhnya sekitar 500 meter. "Perluasan itu mengarah ke Pasa Seng, pasar ini habis semua sampai ke Masjid Kuching. Rumah-rumah di sekitar situ juga banyak yang dirobohkan, ini yang berdampak pada semakin mundurnya pemondokan," ujarnya.
Perluasan, lanjut Kartono, juga terjadi di Jamaraat yaitu tempat Lempar Jumrah yang menggunakan 4 ekalator. "Ini semua sudah dirancang sejak lima tahun lalu. Sejak bulan April lalu, pembangunan sudah selesai," tandasnya.
(zal/mok)











































