Data Pemkot Jakarta Selatan menyebutkan, dari total 336 gedung SD, 124 di antaranya rusak. Dari jumlah tersebut, 72 SD sudah diperbaiki pada 2009 dan sisanya 52 SD belum diperbaiki.
Selain SD, gedung SMP juga ada yang rusak. Dari 62 bangunan sekolah, 7 di antaranya bahkan sudah rusak parah. "Tahun ini, dari tujuh yang rusak, lima sudah diperbaiki dan dua sisanya belum," kata Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi saat dihubungi wartawan, Kamis, (6/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sarana pendidikan itu penting, jangan sampai mengancam keselamatan jiwa anak-anak," tambahnya.
Menurut dia, selain dari dana dinas terkait, pihaknya akan mengalokasikan anggaran perbaikan tersebut. Namun, berapa dan sekolah mana yang diprioritaskan akan dibahas terlebih dahulu. "Kami ingin proses belajar mengajar berjalan lancar tanpa ada hambatan apa pun," ungkapnya.
Dihubungi wartawan secara terpisah, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Kamaludin mengatakan tahun ini pihaknya merencanakan melakukan rehabilitasi terhadap 377 SD dan SMP di Jakarta. Gedung sekolah yang akan diperbaiki tersebar di lima wilayah. Jakarta Barat 27 gedung SD dan 8SMP, Jakarta Timur 141 SD dan 20 SMP, Jakarta Selatan 126 SD dan 8 SMP, Jakarta Utara 36SD dan 11 SMP dan Kepulauan Seribu hanya dua gedung SD.
Kamaludin juga menjelaskan, gedung sekolah yang belum mendapatkan persetujuan DPRD untuk diperbaiki tahun ini, maka akan tetap diusulkan agar dimasukkan dalam program rehab berat tahun 2010.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk rehab berat satu gedung berkisar antara Rp 7β8 miliar. Total anggaran perbaikan mencapai Rp 348 miliar. Ratusan gedung yang akan direhab ini memang dipilih yang sudah mendesak untuk segera dilakukan perbaikan," pungkasnya.
(asp/mok)











































