"Kita kehilangan tokoh bangsa, seniman dan budayawan besar. Dia manusia yang tidak pernah coba memakai topeng, selalu hadir sebagai manusia seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya," ujar Jockie ketika ditemui di rumah duka, Jumat (7/8/2009) dinihari WIB.
"Kita mesti belajar banyak dari dia," tandas pria yang pernah berkolaborasi dengan Rendra di grup musik Kantata Takwa ini. Jockie mengucapkan testimoninya mengenai Rendra dengan sesekali jeda, sembari menahan haru.
Jockie juga mengungkapkan bahwa banyak pemikiran-pemikiran Rendra yang bermanfaat bagi Indonesia. Ada beberapa hal yang diajarkan Rendra kepada orang-orang di sekitarnya, termasuk salah satunya adalah mengenai ketekunan dalam melakukan sesuatu.
"Sejak saya sama dia di era reformasi, saya melihat pikiran-pikran dia bermanfaat buat bangsa. Kalau saya bisa mewakili, itu yang bikin kita gelisah. Kita nggak bisa menggunakan kesempatan ketika itu ada."
"Saya kaget mendegar kabar ini, terus terang saya berharap banyak dari dia. Ketekunan, itu yang dia ajarkan kepada kita. Walaupun ketekunan itu tak menghasilkan apa-apa," tutupnya.
Rendra meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah beberapa lama sakit-sakitan. Budayawan tersebut meninggal setelah sempat keluar dari RS yang merawatnya. "Si Burung Merak" meninggal pada Kamis (6/8/2009) pukul 22.10 WIB di RS Mitra Keluarga, Depok. (roz/roz)











































