"Kalau wartawan tanya saya depresi apa tidak, tentu saya ini depresi. Saya datang kemarin juga dalam keadaan depresi. Bagaimana saya tidak depresi, selama ini saya tidak pernah berhubungan dengan yang namanya polisi atau wartawan," kata Abdullah dalam jumpa pers di kantor PWI, Riau, Jl Sumatera, Pekanbaru, Kamis (6/08/2009).
Menurutnya, dirinya sama sekali tidak mengetahui soal keterlibatan adiknya dalam bom di hotel JW Marriot itu. "Saya sama sekili tidak mengetahui soal keterlibatan adik saya dalam jaringan teroris. Kalau benar adik saya terlibat, ya silahkan diproses hukum. Sampai sekarang saya juga tidak tahu apakah adik saya masih hidup atau sudah meninggal," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun pasca kejadian, saya mencoba menghubungi ke nomor HP tidak aktif. Dan sampai sekarang kita sekeluarga juga tidak mengetahui keberadaannya," tegas Abdullah.
Jika ada yang mengetahui keberadaan Ibrohim, Abdullah berharap agar segera dilaporkan ke polisi. "Kalau adik saya masih hidup, tolonglah untuk diberitahu ke pihak kepolisian. Agar masalah ini bisa segera tuntas dan jangan terus berlarut-larut, kami sangat depresi," pinta Abdullah.
(cha/mok)











































