"Kemarin ada militer datang ke mari mempertanyakan keberadaan bunker
itu. Kami persilakan untuk memeriksa. Kami terbuka terhadap pemeriksaan itu," kata Ba'asyir.
Hal tersebut disampaikan Ba'asyir kepada wartawan di Kompleks Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Kamis (6/8/2009).
Ba'asyir tidak memperinci secara jelas kesatuan asal TNI yang datang memeriksa Ngruki. Dia juga tidak menyebutkan jumlahnya. Dia hanya mengatakan aparat TNI itu datang ke pesantren bersama anggota Koramil setempat.
"Setelah diperiksa ya tidak diketemukan adanya bunker karena memang di
pesantren ini tidak ada itu (bunker ). Kami ini lembaga pendidikan yang
mengajarkan Islam secara benar. Itu saja. Tidak terkait dengan
kegiatan-kegiatan apa pun selain pendidikan Islam yang benar," papar dia.
Ba'asyir mengimbau semua pihak tidak menyalahartikan latihan fisik
berupa beladiri yang merupakan kegiatan ekstra para santri.
Menurut dia, kegiatan itu dilakukan murni untuk menjaga kesehatan yang memang dianjurkan oleh agama.
(mbr/aan)











































