Kabut asap yang begitu pekat membuat jarak pandang semakin terbatas. Pagi hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB jarak pandang masih di bawah normal.
Kabut asap yang begitu tebal sangat dikeluhkan warga. Asap juga memaksa anak-anak yang akan berangkat ke sekolah menggunakan masker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi asap yang sangat parah ini membuat warga hanya bisa pasrah. Warga tidak bisa berbuat apa pun terkecuali berharap pada pemerintah agar dapat menanggulangi kebakaran hutan.
"Ya kita mau apa lagi. Hanya berharap pemerintah segera mengatasi masalah asap ini," kata Rizal warga lainnya.
Sementara itu arus lalu lintas di kota Pekanbaru terlihat normal. Walau jarak pandang di pagi hari hanya 100 m, namun lalu lintas tetap berjalan normal.
Hanya saja para pengendara menyalakan lampu kendaraannya. "Kalau lampu tidak dinyalakan, kita tidak bisa melihat lawan dari depan," kata Yoserizal warga lainnya. (cha/asy)











































