Protes keras di sejumlah daerah di Iran terjadi delapan minggu setelah kisruh pemilu terbesar sejak 1979 yang terjadi di Iran.
"Kami ingin menjaga perdamaian dan keamanan. Namun karena kami ingin dihargai, kami menentang ketidakadilan namun terus menjalin kerjasama baik dengan beberapa negara," kata Ahmadinejad, seperti dikutip detikcom dari reuters, Rabu (5/8/2009).
Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran merindukan kedamaian dan hubungan baik dengan dunia internasional tetapi tanpa direndahkan oleh kekuatan asing.
Presiden Iran sebelumnya Mohammad Khatami dan Akbar Hashemi Rafsanjani, yang mendukung Mousavi, memboikot pelantikan hari ini. Kantor berita IRNA mengatakan lebih dari 70 persen anggota parlemen yang berasal dari kaum reformis juga tidak hadir.
Seorang saksi mata yang sedang berada di dekat kerusuhan mengatakan bahwa ratusan pendukung Mousavi berkumpul di luar gedung parlemen.
"Saya dipukul polisi saat membubarkan demnstran," ungkapnya. Sementara itu saksi mata lainnya mengungkapkan bahwa polisi menangkap 10 orang demonstran pro Mousavi.
(van/anw)











































