Budayawan Garin Nugroho menilai ucapan Mbah Surip adalah sesuatu yang terencana. Pria bernama asli Urip Achmad Riyanto itu sengaja 'ngaco' untuk merepresentasikan keadaan dunia sekarang ini yang telah membiaskan antara yang salah dan benar, baik dan buruk.
"Merepresentasikan dunia yang simpang siur. Ini semacam refleksi dia atas keadaan dunianya," kata Garin.
Memang banyak hal yang menjadi teka-teki tentang pribadi Mbah Surip. Misalnya Mbah Surip kerap menyebut dirinya adalah lulusan master filsafat dengan gelar MBA. Hal ini tidak lazim mengingat studi filsafat tidak mungkin diberi gelar ekonomi, master of business administration.
Jose Rizal Manua, sastrawan yang juga sahabat Mbah Surip sejak 20 tahun lalu, mengatakan ucapan ngaco Si Mbah tidak mengurangi kebahagian berteman dengannya.
"Antara bicara yang serius dan guyon bercampur-campur. Saya menanggapinya rileks saja, kita terima saja apa adanya Mbah Surip. Serius atau tidak, itu tidak akan mengurangi kegembiraan kami," kata Jose yang tidak pernah mengeluh atas sikap Si Mbah itu.
Jose, yang pernah intensif berkerja 6 tahun dengan Mbah Surip di Teater Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki (TIM), memaknai kehidupan temannya itu dengan sederhana. Kehidupan Mbah Surip yang tidak umum, mengingatkan Jose pada sosok penyair Chairil Anwar, yang juga hidup merdeka, bebas, bohemian.
"Chairil Anwar hidup dari syair-syairnya, dan Mbah Surip juga hidup hanya dari lagu-lagunya," jelasnya.
(lrn/iy)











































