"Nggak usah dibuka. Nggak ada apa-apa dengan wajah saya," sahut Nurhayati kepada polisi jaga di Mapolsek Kramat Jati, Jakarta Timur, yang memintanya menanggalkan kaca mata, Selasa (5/8/2009).
Nurhayati datang ke Mapolsek Kramat Jati untuk meminta ijin agar dibolehkan melihat langsung potongan kepala remaja tersangka pelaku peledakan bom Marriott-Ritz Carlton. Salah satu dari dua sketsa reka wajah yang disebarkanluaskan Polisi, dia kenali sebagai adik teman akrabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban yang berubah-ubah juga dia berikan atas pertanyaan sama yang wartawan ajukan pada waktu berbeda. Salah satunya adalah mengenai usia dari pelaku peledakan yang dikenalinya, bila semula 23 tahun, lalu meningkat menjadi 25-26 tahun.
Hingga akhirnya Nurhayati menjawab selisih 5 tahun di bawah dari kakaknya yang merupakan kawan akrab dirinya. Masih menurut Nurhayati, usia sang kakak saat ini adalah 37 tahun.
Hal lain yang mengundang keragu-raguan adalah barang bukti berupa foto ukuran 4R yang Nurhayati bawa sebagai pembanding. Dia mengakui bahwa foto tersebut diguntingnya dari secarik kalender terbitan 2002 yang secara khusus dia cari di pusat grosir Harco Mangga Dua, Jakarta.
"Dia lulusan SD dan pernah kerja di industri musik dan sering bikin album lagu-lagu daerah Sulawesi. Tahun 2002 dia dan teman-temannya iseng bikin kalender. Saya ambil ini dari Harco Mangga Dua," papar Nurhayati sembari mengacung-acungkan potongan foto yang dia maksud.
Namun yang semakin membuat wartawan ragu-ragu adalah pengakuan Nurhayati bahwa dirinya pernah berprofesi sebagai jurnalis. Yakni sebagai wartawan lepas untuk Tabloid Tempo dan bertugas di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Masalahnya adalah Tempo tidak pernah menerbitkan tabloid.
(lh/ndr)











































