"Ibrohim itu orang lama, dia bagian DI Jakarta. Dan yang menghubungkan dengan Janur (Jaringan Noordin) adalah Saefudin Zuhri (sudah ditangkap polisi), dia yang melakukan hilir mudik menghubungkan kelompok Banten dan DKI agar mau ikut beroperasi. Saefudin orang kepercayaan Noordin dan biasa melakukan perekrutan," kata pengamat intelijen Dino Chrisbon saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (5/8/2009).
Dari pengalaman aksi pemboman, semenjak bom Bali I hingga bom JW Marriott dan Ritz-Carlton, anggot aktivis DI ini selalu terlibat. Misalnya saja pelaku bom Marriott I, Asmar Latin Sani, kemudian peledakan kedubes Australia yang dilakukan kelompok DI dan Jamaah Islamiyah (JI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saefudin Zuhri, kemudian ditangkap polisi dalam penggerebekan di Cilacap pada Juni 2009 lalu. Tapi rencana operasi pengeboman tetap dilakukan. "Mereka 2 minggu sebelum peledakan rapat di Bogor. Itu kelompok DI Jakata dan Banten dan juga Bogor," terang pengamat yang dikenal dekat dengan unit di kepolisian yang mengejar kelompok teroris ini.
Secara umum, persiapan kelompok ini dimulai sejak Maret 2007, Saefudin zuhri saat itu juga melakukan kontak dengan kelompok Sumatera dan jaringan Jakarta, sasaran serangan di Sumatera antara lain kafe Bedudul di Bukit Tinggi.
"Kemudian Nur Hasbi, dia bolak balik ke Jakarta dan Jawa Tengah, dia mempersiapkan penyerangan Depo Pertamina Plumpang," tutupnya.
(ndr/iy)











































