"Perbaikan penyelenggaraan haji itu terbentur kendala-kendala psikologis karena pembimbing dari Depag selalu menggarisbawahi kata-kata sabar," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo.
Hal ini disampaikan dia di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2009).
Setiap kali ada kekurangan dalam proses penyelenggaraan haji, menurut dia, para jamaah haji diminta untuk sabar dan tidak mengeluh agar menjadi haji mabrur. "Kalau mengeluh dan protes nanti hajinya tidak mabrur," ujar dia.
Sudaryatmo mengaku tidak tahu apakah ini argumen keagamaan atau untuk menutup-nutupi kekurangan yang dilakukan pihak penyelenggara yaitu Depag.
"Karena, jarang sekali para jamaah haji yang mengadukan ke YLKI adanya kekurangan dalam penyelenggaraan misalnya keterlambatan atau delay pesawat yang mencapai 10 jam. Itu kan merugikan," papar Sudaryatmo.
Dikatakan dia, dalam UU 13/2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji ada tiga peran Depag yakni sebagai pelaksana atau operator, regulator dan pengawasan.
"Ini tidak akan berjalan maksimal atau baik kalau dilakukan oleh lembaga yang sama yaitu pemerintah," kata Sudaryatmo.
(aan/iy)











































