Dokumen surat pengunduran diri Ibrohim itu ditayangkan MetroTV, Selasa (4/8/2009) malam. Surat pengunduran Ibrohim dari Cynthia Florist itu ditulis dengan tulisan tangan di atas secarik kertas bertanggal 17 Juli 2009, yang merupakan tanggal ledakan bom di dua hotel mewah itu.
Berikut isi surat pengajuan pengunduran diri Ibrohim:
Jakarta 17/07/09
Kepada Ibu Cynthia di tempat,
Saya yg bertandatagan di bawah ini Ibrohim, mengajukan pengunduran diri dari perusahaan yg ibu pimpin terhitung mulai hari ini Jumat 17/07/09.
Adapun mengenai piutang saya kpd perusahaan masa kerja saya pada bulan Juli ini kiranya dapat menjadi pengganti piutang tsb. Saya mengucapkan mohon maaf dan banyak terima kasih kepada perusahaan yg ibu pimpin.
Demikian surat pengunduran diri ini dibuat. Semoga Ibu Cynthia menjadi maklum adanya.
ttd
Ibrohim
Ibrohim juga meninggalkan surat yang ditujukan kepada teman-temannya. Isi surat kepada teman-temannya itu sebagai berikut:
Kepada teman2, bapak2 dan ibu2 yg baik
- Kepada P' Wandi saya minta maaf yg sebesar-besarnya kalo ada kesalahan yg disengaja atau tidak.
- Salam sama anak2 kost yg lain. Juga saya minta maaf sama semua yg ada di camp/kost. Saya sangat senang karena akhir2 ini P'Wandi rajin sholat, tolong ajak anak2 kost yg lainnya u/ sholat (Hari, babe, ali, asep) atau siapa pun yg ada di situ.
Apakah surat ini sudah berada di tangan polisi. Informasi yang beredar, surat ini sudah diserahkan Chintya, pemilik Cinthya Florist, kepada polisi dua hari setelah ledakan bom terjadi.
Saat dikonfirmasi detikcom mengenai surat pengunduran Ibrohim ini, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak tidak memberi pernyataan yang jelas. Namun, kata dia, jika memang surat itu sudah di tangan polisi, tentu akan dijadikan bahan untuk investigasi.
"Kalau berkaitan dengan tugas investigasi, kita beri kepercayaan kepada tim investigasi sebagai bahan penyelidikan," kata Sulistyo.
(ddt/asy)











































