Parfum itu diterima Tatok saat bertemu Mbah Surip pada Maret 2009 silam.
"Iki Tok, tak gawe neng gulu supoyo cewek ndek terus ngambung iku wangi (Ini Tok, kupakai di leher supaya cewek kalau ngesun tercium bau wangi)," kata Tatok menirukan ucapan Mbah Surip.
Hal itu disampaikan Tatok kepada detiksurabaya.com di Kediaman Mbah Surip di Magersari Gang Buntu, Kelurahan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (4/8/2009).
Tatok mengaku masih menyimpan parfum itu. "Itu kenangan yang tidak bisa dilupakan. Botol parfum pemberian almarhum masih saya simpan," ujarnya.
Tatok menceritakan, Mbah Surip dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Seniman bernama lengkap Urip Ahmad Riyanto itu selalu tersenyum dan ramah dengan semua orang.
"Almarhum itu punya solidaritas yang tinggi. Hidupnya biasa-biasa saja dia mau membantu orang lain kapan pun," kata Tatok.
"Waktu kecil seperti anak kecilnya. Bermain kelereng tapi itu dilakukan setelah Mbah Surip berjualan es lilin untuk membantu keluarganya. Prestasi sekolahnya juga biasa-biasa saja," lanjut dia.
Menurut dia, bakat bermusik Mbah Surip terlihat ketika kuliah. Mbah Surip menciptakan lagu dan menyanyikannya di pinggir jalan.
"Selain pintar ngarang lagu, juga bisa membuat gitar bentuknya kotak," kata Tatok.
(wln/aan)











































