Surat tersebut, diyakini Kadeer, sebagai salah satu upaya untuk merusak reputasi dirinya di antara kaum minoritas muslim Uighur.
"Saya mengetahui metode lama dan baru pemerintah China untuk mengkritik musuh-musuhnya. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi pada saya," ujar Kadeer seperti dilansir AFP, Selasa (4/8/2009).
Ibu beranak 11 tersebut mempertanyakan keaslian surat anaknya tersebut. Ia mengingatkan otoritas China dapat mengontrol kebebasan berbicara anak-anaknya dan menjadikannya sebagai senjata untuk menyerang dirinya.Β Namun Kadeer yakin otoritas China tidak dapat mengatur cinta yang diberikan Tuhan di antara mereka.
"Tidak penting siapa yang menulis surat itu, saya mengetahui anak-anak saya. Tidak ada anak yang menyalahkan ibunya untuk sesuatu bahkan jika ibunya melakukan hal yang salah," jelas Kadeer.
Sebelumnya diberitakan, tiga anak Kadeer, Khahar, Roxingul, dan putra bungsunya, Memet menuliskan surat yang menyalahkan pimpinan tokoh Uighur ini sebagai penyebab kerusuhan di Xinjiang yang menewaskan 197 orang.
"Karena dirimu, banyak orang tidak bersalah dari seluruh etnis kehilangan nyawanya di Umruqi di tanggal 5 Juli dengan kerusakan yang parah pada barang-barang properti, toko, dan kendaraan," ujar ketiga anaknya dalam suratnya.
(amd/iy)











































