"Setiap kali terbang, kalau tidak visual tidak dilanjutkan," ujar Pilot Wibowo Basuki saat berbincang dengan detikcom di Gedung Merpati, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakpus, Selasa (4/8/2009).
Wibowo yang sudah malang melintang terbang di tanah Papua selama 6 tahun pun merujuk pada sebuah sistem yang disebut Visual Flight Rule. Terbang di kawasan tersebut, lanjutnya, tak bisa hanya bermodalkan radar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wibowo melanjutkan, untuk melewati daerah perbukitan Papua, seorang pilot harus bisa mengetahui secara pasti setiap celah yang dimiliki. Jika tidak alamat bahaya mengancam.
"Celahnya harus dilihat," ungkapnya.
Dirinya pun pernah mengalami situasi cuaca yang buruk saat penerbangan sehingga terpaksa harus kembali lagi. Inilah yang membuat banyak penerbangan di Papua sering dibatalkan.
"Kami usahakan penerbangan selesai sebelum pukul 12.00," ucap Wibowo.
(mok/ken)











































