Di tempat ini, Mbah Surip sering kali menghabiskan waktu bersama teman-temannya sesama pengamen. "Sudah lama suka nongkrong di sini, kalau nongkrong bisa sampai tengah malam," kata Agung, seorang petugas parkir di wilayah itu, Selasa (4/8/2009).
Suasana 'Wapres' siang ini sungguh sepi. Warung itu memang baru buka menjelang malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia juga suka minum kopi, kuat banget ngopinya bahkan yang pahit," kata Pri, petugas parkir yang lain.
Selain nongkrong, Mbah Surip juga kerap didaulat untuk bernyanyi di Wapres. "Sesekali manggung, nyanyi lagu reggae," lanjut Pri.
Mbah Surip meninggal pukul 10.30 WIB dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Saat tiba di rumah sakit, mulut Mbah Surip telah berbusa.
(ken/nrl)











































