Â
Tetangga Mbah Surip yang dulu tinggal di Magersari Gg Buntu Kota Mojokerto itu masih teringat dengan Mbah Surip saat mudanya. Dia kumpul Mbah Surip tiap dan sering mendengar suara ngakaknya.
Â
"Saya setiap hari kumpul beliau. Sewaktu kecil sering ngemong saya. Sewaktu berangkat sekolah, beliau yang nganter saya," kenang Eko yang saat ini tinggal di Dukuh Kupang Surabaya kepada detiksurabaya.com, Selasa (4/8/2009).
Â
Yang membuat pria yang saat ini bekerja di ekspedisi itu tak bisa melupakan adalah kebiasaan Mbah Surip yang ke mana-mana membawa gitar. "Tertawanya juga ngakak begitu sejak dulu. Hanya saja, rambutnya tidak gimbal begitu," ungkap dia.
Â
Eko mengaku dirinya ketemu terakhir kalinya 3 tahun lalu di Pasar Seni Ancol. "Setelah itu tidak pernah. Dan nama Mbah Surip itu baru baru ini saja. Semasa muda biasa dipanggil Cak Urip," kata dia.
Mbah Surip yang dikenal sebagai penyanyi 'Tak Gendong' meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB. Dia meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes Jakarta Timur. Selain dikenal dengan lagu 'Tak Gendong', Mbah Surip juga dikenal dengan gaya khas tertawanya yang ngakak. "Ha.. ha..ha," kata Mbah Surip di mana pun dia berada.
(gik/asy)











































