"Belum, informasi itu belum kita dapatkan. Apakah informasi itu benar atau tidak belum bisa kita pastikan," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak saat dihubungi melalui telepon, Selasa (4/8/2009).
Nurdin berdasarkan catatan terdaftar sebagai pemesan kamar nomor 1808. Melalui telepon dari Jl Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, sebelumnya pemesanan dilakukan. Dia memesan kamar untuk 15-17 Juli 2009 dan menaruh deposit uang senilai US$ 1.400.
"Kita juga belum bisa memastikan identitas orang yang mengaku kenal. Kalau masyarakat ada yang tahu akan kita crosscheck dan akan kita tes DNA," tutupnya.
Tidak lama setelah peristiwa pemboman terjadi, polisi merilis sketsa wajah 2 pelaku pemboman bunuh diri. Salah satunya berusia 16 tahun dan yang lainnya berusia sekitar 20-30 tahun. Seorang perempuan asal Cililitan sebelumnya mendatangi RS Polri Sukanto dan mengaku mengenal sketsa wajah pengebom yang disebarkan polisi. Pengebom itu menurut si perempuan itu mirip kerabatnya, seorang ABG asal Leuwiliang, Bogor.
(ndr/iy)











































