Keempat orang tersebut merupakan keturunan Somalia dan Libanon. Mereka ditangkap di bagian tenggara negara bagian Victoria dalam sebuah operasi yang melibatkan sekitar 400 personel kepolisian Australia.
"Para pria tersebut berniat untuk pergi ke barak tentara dan membunuh sebanyak mungkin orang. Jika telah dapat dilakukan, serangan ini menjadi yang paling serius di tanah Australia," ujar Pjs Komisioner Polisi Federal Australia Tony Negus yang dilansir dari AFP, Selasa (4/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota kelompok tersebut mencari fatwa agama untuk membenarkan serangan teror di Australia," ungkap Negus, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Anggota kelompok ini memiliki hubungan dengan Somalia dari Al-Qaeda dan terinspirasi dari kelompok Shibab yang berjuang melawan pemberontakan dari pemerintah negara itu.
"Orang-orang ini berencana untuk melakukan serangan teroris yang bunuh diri di Australia yang melibatkan serangan bersenjata dengan menggunakan senjata otomatis," pungkasnya.
(fiq/nrl)











































