"Jadi disebabkan kondisi salah satu mesin yang tidak baik, sehingga pergerakannya sangat lambat," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Tengku Faizasyah, kepada detikcom, Selasa (4/8/2009).
Faizasyah menuturkan, saat ini kapal milik Malaysia itu sudah berlayar sejauh 70 - 80 mil dari pantai Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Faizasyah, Deplu sudah meminta bantuan internasional untuk mengamankan kapal tersebut hingga dipastikan bebas dari ancaman serangan bajak laut.
Kapal berikut 11 WNI itu ditawan selama delapan bulan sejak 16 Desember 2008. Menurut informasi, mereka dibebaskan setelah uang tembusan yang diminta oleh pembajak dibayar. LSM pengawas maritim Kenya, Ecoterra International, menyatakan, seluruh WNI itu dalam kondisi baik.
(irw/nrl)











































