Pemboman ini juga turut meningkatkan kewaspadaan pemerintah Afghanistan dan Barat, sebagai sekutunya, menjelang pemilihan presiden pada pertengahan Agustus bulan ini.
Kepala Polisi Provinsi Esmatullah, Alaizai mengatakan bahwa ledakan itu disebabkan oleh bom yang ditanam di pinggir jalan pada tong sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua belas orang telah tewas dalam ledakan ini dan 20 orang lainnya telah terluka. Di antara mereka yang tewas adalah dua polisi," tambahnya.
Sementara itu, Juru Bicara Taliban Yousuf Ahmadi mengatakan bahwa target pemboman itu adalah seorang komandan polisi. "Itu menggunakan remot kontrol. Kami menyatakan bertanggung jawab atas serangan," katanya.
Kelompok ini sebelumnya telah menyerukan pada pemerintahan Afghanistan akan memboikot Pilkada dan memerintahkan para pejuang untuk memblokir semua jalan sehari sebelum tempat pemungutan suara dibuka. (fiq/lrn)











































