"Upacara resminya sudah digelar dan Pemimpin Tertinggi menyetujui Ahmadinejad sebagai presiden," ujar stasiun TV nasional Iran, Al Alam , seperti dilansir Reuters , Senin (3/8/2009).
Sementara Al Jazeera merilis, beberapa petinggi negara Iran, pemimpin politik serta militer dan beberapa duta besar negara sahabat tampak hadir menghadiri upacara persetujuan itu.
Berdasarkan Pasal 110 Konstitusi Iran, pemenang Pilpres harus mendapat persetujuan pemimpin tertinggi untuk bisa menjadi presiden. Ahmadinejad akan disumpah oleh Parlemen pada Rabu 5 Agustus. Diaย mempunyai waktu 2 minggu untuk menyusun kabinet sebelum akhirnya disetujui Parlemen.
Ahmadinejad pada Pilpres 12 Juni 2009 lalu sukses menangguk 63 persen dari 40 juta suara pemilih. Pesaingnya Mirhossein Mousavi hanya mendapatkan 34 persen.
Rival Ahmadinejad, Mousavi dan Mehdi Karoubi, mengatakan pemerintahan yang akan datang adalah tidak legitimate. Lantas, protes dan kecaman mereka berwujud dalam bentuk beberapa demonstrasi yang mengecam bahwa Pilpres terjadi banyak kecurangan. Demo itu menewaskan 20 orang. Pemerintah Iran menyangkal tuduhan curang itu.
(nwk/nrl)











































