Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (31/7) lalu 23 santri dari Ponpes NDM tersebut dikirim ke RS Dr Moewardi, Solo, karena menderita panas tinggi dan gangguan kesehatan. Dari jumlah tersebut hingga Senin (3/8/2009), tinggal sembilan orang yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Terhadap sembilan santriwati tersebut, pihak rumah sakit telah mengambil sampel darah serta usap tenggorok yang telah dikirimkan ke laboratorium Depkes di Jakarta. Hingga saat ini hasil laboratorium belum diterima oleh RS Moewardi.
Sembilan santri NDM tersebut bernama Fauziah, Siti Fatimah, Mutiara, Hamauta, Jujuk, Rahma, Aufi, Choirunisa dan Is Ainul.
Dari sembilan pasien tersebut, satu di antaranya yaitu Ainul dirawat terpisah. Alasannya, pasien tersebut mengalami infeksi paru sehingga harus dirawat khusus terpisah dengan rekan-rekannya yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.
"Tetapi tidak di ruang isolasi, satu pasien itu hanya dipisahkan karena ditemukan infeksi pada paru-paru," kata Kepala Humas RS Dr Moewardi Solo, Mulyati, Senin (3/8/2009).
Mulyati menjelaskan hari ini sembilan santri tersebut kembali menjalani tes darah. Jika hasil tes darah masing-masing orang menunjukkan kondisi membaik maka yang bersangkutan boleh segera pulang.
"Tetapi kepastian apakah mereka pasien ada yang terkena virus H1N1 atau tidak, harus menunggu hasilnya laboratorium," tambahnya.
(mbr/djo)











































