Menikmati Ekosistem Bakau di Utara Jakarta

Menikmati Ekosistem Bakau di Utara Jakarta

- detikNews
Minggu, 02 Agu 2009 13:30 WIB
Menikmati Ekosistem Bakau di Utara Jakarta
Jakarta - Pantai Indah Kapuk (PIK) selalu identik dengan kawasan hunian elit. Namun tahukah Anda jika di PIK juga ada tempat konservasi hutan bakau?
 
Taman Suaka Margasatwa Muara Angke, lokasinya tepat di depan Perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Taman suaka ini mempunyai luas 25 hektar  lebih dengan hampir keseluruhan merupakan daratan basah (rawa).
 
''Dulu luasnya hanya 15 Ha, tetapi sejak 1998 diperluas,'' ujar petugas  unit Pelaksana Teknis Dephut Elfarid, di Taman Suaka, Minggu (2/8/2009).
 
Menurut Elfarid, pembuatan taman ini memang terkesan dipaksakan, mengingat areanya yang tidak terlalu luas. Seharusnya, kata dia, taman tersebut tidak boleh dekat dengan pemukiman.

Begitu kita memasuki taman ini maka kita akan disambut dengan kicauan berbagai jenis burung. Hal tersebut seolah pertanda kegembiraan hati mereka karena bisa hidup bebas di habitatnya.
 
Tidak kurang dari 82 jenis burung, baik burung darat maupun burung air hidup di taman ini. Sepuluh di antaranya adalah burung yang dilindungi. 
 
Di taman yang dilalui pengunjung, bukan jalan setapak, melainkan jembatan kayu yang panjangnya mencapai 800 meter lebih yang membelah taman.
 
Sambil menelusuri jembatan kayu kita juga bisa menyaksikan berbagai jenis burung air yang bertengger di rawa-rawa. Anda sebaiknya membawa alat teropong jika ingin berkunjung, karena akan memudahkan anda mengamati hewan-hewan tersebut.
 
''Kalau mau datang sebaiknya sebelum jam 10.00 WIB, atau sesudah jam 16.00 WIB sore. Burungnya lebih banyak,'' terang Elfarid.
 
Selain puluhan jenis burung, kera ekor panjang juga dominan di taman yang dibatasi sungai angke ini. Namun tentunya pengunjung dilarang memancing maupun berburu di sini, meskipun ikan sangat melimpah di rawa yang airnya kotor ini.
 
Di sepanjang jalan yang tersusun dari papan kayu juga disediakan papan informasi mengenai jenis-jenis flora fauna yang hidup di ekosistem bakau ini.  Tidak dipungut biaya untuk menikmati ekosistem pantai ini, namun Anda perlu mendapatkan izin dari petugas sebelum anda masuk. 
 
''Biar kita kasih tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sini,'' pungkas Elfarid.
(her/mad)


Berita Terkait