"Mereka ini komplotan Lampung dan biasanya menggasak motor-motor di warnet, kantor dan di tempat parkir yang terbuka," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Maryoto di kantornya, Jl Ragunan Raya, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2009).
Awalnya polisi menangkap salah seorang anggota komplotan bernama Rofik. Saat mengendarai motor Yamaha Mio warna putih ia tidak mengenakan helm. Polisi yang kebetulan berpatroli di sekitar Jl Ampera mencoba menghentikan motor yang dikendarai Rofik.
Melihat dikejar polisi, Rofik langsung kabur meninggalkan motornya di pinggir jalan. Polisi terus mengejarnya dan akhirnya ia ditangkap. Penangkapan itu terjadi Sabtu 1 Agustus 2009, sekitar pukul 17.00 WIB.
"Ternyata ia baru mengambil motor di Jl Benda," kata Maryoto.
Ketika diperiksa, polisi menemukan sepucuk pistol Colt dan berbagai macam kunci letter T yang biasa digunakan untuk menggasak motor. "Pistolnya memang tidak digunakan. Tapi kalau terpaksa bisa saja mereka menembak," katanya.
Setelah menangkap Rofik, polisi mengejar kawanan komplotan itu ke daerah Cileungsi, Bogor. Di sana petugas mengamankan dua orang yaitu Satar dan Nurlis. "Kita masih kejar yang lainnya. Komplotan ini berjumlah delapan orang," katanya.
Selain berbagai alat untuk mencuri motor, polisi juga mengamankan tiga motor yang telah dicuri komplotan ini.
(nal/nrl)











































