Dalam persidangan Neumann menyatakan, dua percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan penyakit putrinya. Anak perempuan Neumann tewas karena diabetes yang tak terdeteksi pada Maret tahun lalu.
Istri Neumann, Leilani Neumann, juga dinyakan bersalah karena kasus tesebut. Pasangan suami istri ini dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan tingkat dua dan menghadapi hukuman hingga 25 tahun penjara. Pengacara Neumann menyatakan banding atas keputusan pengadilan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya pergi ke dokter, saya lebih mendahulukan dokter dibandingkan Tuhan," kata Neumann seperti dikutip dari BBC, Minggu (2/8/2009).
Neumann juga menyatakan dirinya menduga anaknya hanya menderita flu atau demam. Ia tidak menyadari kalau anaknya menderita penyakit parah.
Pengacara Neumann menyatakan kliennya tidak melakukan kejahatan apa pun. Jaksa dalam sidang itu berpendapat Neumann telah menganggap remeh penyakit anaknya dan keegoisan terhadap keyakinannya menyebabkan putrinya tersebut meninggal.
Jaksa berpendapat seharusnya anak tersebut dibawa ke rumah sakit karena tidak bisa berjalan, berbicara atau minum. Tapi ambulans malah mebawa gadis cilik itu setelah wafat. (nal/nrl)











































