Serangan ini terjadi pada Sabtu (1/8/2009) malam. Diduga pelaku penembakan menggunakan senjata serbu otomatis, semacam senjata serbu M-16. Demikian berita yang dikutip dari Reuters.
Pada Sabtu malam, komunitas gay dan lesbian di kota itu sedang menggelar pertemuan rutin. Namun, pertemuan para penganut homoseksual itu langsung menjadi jeritan ketika pelaku penembakan melakukan aksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ruangan itu langsung banjir darah," kata salah seorang saksi mata. "Saya melihat ada enam remaja berumur belasan tahun yang mengalami luka yang sangat parah," ujar saksi mata lainnya.
Polisi masih menyelidiki kasus penembakan brutal ini. Namun, polisi melihat serangan ini hanyalah serangan kriminal, bukan serangan teroris, meski militan Palestina pernah menjadikan Tel Aviv sebagai targetnya. "Ini merupakan serangan kriminal dan bukan serangan teroris," kata juru bicara polisi, Micky Rosenfeld.
Berita jumlah korban tewas akibat masih simpang siur. Sejumlah media lain memberitakan korban tewas mencapai 3 orang dan korban luka 11 orang. (asy/ndr)











































