"Berdasarkan bom yang tidak meledak di 1808, itu membutuhkan kemampuan teknik tinggi. Dengan bahan low eksplosive bisa berakibat seperti itu.," terang Abu Rusdan saat dihubungi melalui telepon, Minggu (2/8/2009).
Dia tidak yakin siapa pembuatnya, hanya orang sekelas Dr Azahari yang bisa membuat bom seperti itu. "Itu lebih rapih di banding bom Bali," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pihak menyebut pila perakit bom itu Upik Lawanga alias Tedi Bulaga. Tapi hal itu pun disangsikan Abu Rusdan. Sumber di kepolisian pun meragukan itu. Bukti kesamaan bom yang meledak di Tentena, Poso dan di Marriot sangat jauh. Bom di Tentena mengandung TNT, sedang yang di Marriott mengandung black powder dan serbuk yang diduga sebagai pemicu dan belum diketahui pemicunya.
Beberapa nama juga beredar di tangan pihak kepolisian, misalnya saja Reno dan Abu Pati yang disebut-sebut murid Dr Azahari dan memiliki keahlian di atas Upik Lawanga. Tapi hal ini pun diragukan Abu Rusdan.
"Reno bukan seorang yang ahli, keterlibatan dia juga tidak pernah jelas. Abu Pati, dulu katanya didokumentasi sebagai Ketua Mantiqi II, tapi dia tidak ahli merakit bom," tutup Abu Rusdan. (ndr/)











































