Diperiksa 5 Jam, Mahasiswa UPH Tetap Perjuangkan Statusnya

Diperiksa 5 Jam, Mahasiswa UPH Tetap Perjuangkan Statusnya

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2009 19:49 WIB
Jakarta - 3 Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) diperiksa Polda Metro Jaya. Pemeriksaan terkait laporan mereka atas 4 pejabat perguruan  tinggi swasta tersebut. Diperiksa 5 jam, mereka tetap semangat untuk memperjuangkan hak mendapat kejelasan status gelar mereka.

"Kita akan terus memperjuangkan nasib 800 anak dari angkatan 2006-2008 agar status mereka lebih jelas," ujar Antonius (20), Mahasiswa yang telah drop out (DO), usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/8/2009).

Tiga mahasiswa itu diperiksa sejak pukul 11.00 WIB. Mereka yakni Antonius (20), Arifin (20) dan Wangsit (20). Antonius menambahkan, sejauh ini belum ada komunikasi dari pihak kampus untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak kampus tidak pernah mengubungi saya," imbuhnya.

Dalam perjuangannya mencari kebenaran status akreditasi dan perizinan kampus yang berlokasi di kawasan karawaci tangerang ini, Antonius mengaku tidak sepenuhnya didukung oleh teman sekampusnya.

"Teman-teman sebagian ada yang mendukung ada juga yang tidak. Namun mereka cenderung takut dan cari aman karena takut dikeluarkan," paparnya.

Antonius yang di DO sejak 18 Maret 2009 ini berencana akan melanjutkan kuliahnya di salah satu universitas swasta di kawasan Cikarang.

"Dua tahun saya terbuang sia-sia. Sekarang saya berencana melajutkan kuliah lagi di universitas swasta di Cikarang," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak sembilan mahasiswa UPH melaporkan empat pejabat perguruan tinggi swasta itu ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Mereka mempersoalkan perizinan yang diduga belum dimiliki oleh jurusan ilmu pendidikan guru.

Empat pejabat itu adalah direktur yayasan UPH Minny Riyadi, Rektor UPH Jonathan Parapak, Ketua jurusan Pendidikan GUru Conny Rasillin, dan Presiden UPH merangkap Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sheldon.
(mpr/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads