"Sebanyak 20 orang santri terpaksa kami karantina di satu bangunan pondok, 10 orang lainnya dibawa pulang kepada keluarganya, hal itu dilakukan agar tidak menular ke santri lainnya yang berjumlah sekitar 250 orang," ungkap Tatang Mustafa Kamal Pimpinan Ponpes Syalafiah Nurul Huda, kepada wartawan di kediamannya, Garut, Jawa barat, Sabtu (1/8/2009).
Kedua Pondok Pesantren tersebut masing-masing Ponpes Syalafiah Nurul Huda di Kampung Sakawayana, Desa Sakawayana dan Ponpes Al-Ulfah di Kampung Negla Desa Lewo Kecamatan Malangbong, Garut, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Ponpes Syalafiah Nurul Huda sebanyak 30 orang santri yang mengalami sakit flu. Sedangkan jumlah santri yang sakit di Ponpes Al-Ulfa mencapai 37 orang, 6 orang penderita dirawat inap di Puskemas Citeras, Kecamatan Malangbong, Garut.
Tatang belum bisa memastikan apakah gejala flu seperti itu merupakan gejala yang muncul akibat virus flu babi (H1N1), karena menurutnya selama ini pesantrennya tidak mendapat tamu asing.
"Kemungkinan flu biasa karena beberapa waktu lalu, pondok kami baru menggelar kegiatan Isra Mi'raj, akibat cuaca saat ini, sehingga santri kami terkena flu," ujarnya.
(ape/ape)











































