Pasca serangan bom itu, keamanan setempat langsung diambilalih oleh tentara Amerika Serikat (AS). Demikian seperti dikutip dari reuters, Kamis (31/7/2009).
Bom dengan target kaum muslim Syiah itu meledak pada saat mereka sedang melakukan ibadah salat Jumat. Ledakan paling dahsyat terjadi di depan masjid al Surufi, distrik Shaab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya ada sebuah taksi di tempat parkir yang mencurigakan. Saya memanggil tentara Irak untuk memeriksanya, namun mereka mengatakan tidak ada apa-apa. Lima menit kemudian, terjadilah ledakan," kata seorang petugas parkir.
Sementara itu, dua ledakan terjadi pada saat yang sama di dekat masjid di Diyala, Baghdad selatan. Peristiwa ini menyebabkan 4 orang tewas.
Bom mobil juga meledak di Zaafaraniya dan menewaskan satu orang. Dua bom terakhir meledak di dekat masjid di distrik Kamaliya dan Alam. Sembilan orang dilaporkan terluka.
(irw/irw)










































