"Ada jarak pernyataan kebijakan dan implementasi. Sejauh ini kita belum mendengar lebih detail apakah akan ditutup, diseleksi atau dibebaskan termasuk Hambali," ujar Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dalam press briefing di Kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (31/7/2009).
Hassan mengatakan masih ada jarak kebijakan pemerintah Obama dalam hal penanganan antiterorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait peristiwa pemboman di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, Hassan mengatakan dunia internasional memberikan kepercayaan pada kemampuan Indonesia dalam menangani teroris. Kepercayaan internasional itu tertuang dalam pernyataan Dewan Keamanan PBB beberapa waktu lalu.
"Internasional menyatakan prihatin, namun masih percaya Indonesia mengatasinya dengan baik," kata Hassan.
Dunia internasional menyadari bahwa terorisme bukan hanya ancaman bagi Indonesia, tapi juga bagi wilayah regional dan internasional.
"Dalam setahun ini saja, terhitung sejak Juni 2008 telah terjadi 94 kasus di dunia. Memang sebagian besar terjadi di Asia Selatan," kata Hassan.
Untuk itu, lanjut Hassan, kerjasama antar begara sangat diperlukan dalam memberantas terorisme.
"Tak ada negara yang tak ingin membantu atau menolak membantu dalam penanganan terorisme," kata Hassan.
(mpr/irw)











































