"Beberapa skenario telah disiapkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan Fisipol. Skenario sampai yang terburuk misalnya mengalami kecelakaan hingga meninggal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sentot Hariyanto kepada wartawan di kampus UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (31/7/2009).
Bila mengalami luka atau tidak bisa terselamatkan kata Hariyanto, UGM akan menyiapkan ambulans dari RS terdekat. Termasuk juga tempat pemakaman atau persemayaman di UGM dulu atau langsung
dikuburkan di Mojokerto.
"Itu hanya skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan setelah pencarian hari ketiga. Kita terus berkomunikasi dengan tim yang ada di Lumajang. Tapi kita tetap berdoa untuk yang terbaik," katanya.
Sentot juga mengatakan, UGM juga akan mengupayakan menanggung semua biaya. Sebab semua mahasiswa UGM sudah tercover dalam asuransi dari GMC (Gadjahmada Medical Center). "Semua kita upayakan karena ada asuransi dari GMC. Sedang di luar itu bisa sharing antara universitas dan fakultas," kata Sentot.
(bgs/djo)











































