Bentrok Antar Karyawan Perusahaan Sawit, Satu Orang Tewas

Bentrok Antar Karyawan Perusahaan Sawit, Satu Orang Tewas

- detikNews
Jumat, 31 Jul 2009 14:48 WIB
 Bentrok Antar Karyawan Perusahaan Sawit, Satu Orang Tewas
Pekanbaru - Puluhan karyawan dari dua perusahaan kelapa sawit di Riau bentrok dengan menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, satu orang dikabarkan tewas dan dua lainnya luka parah. Mengantisipasi keamanan, pihak kepolisian telah diterjukan ke lokasi bentrok tersebut.

Puluhan karyawan yang terlibat bentrok itu adalah, antara PT Pratama Sontang dengan PT RAR di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Bentrok dua karyawan perkebunan kepala sawit dipicu saling mengkalaim lahan.

"Kita tengah melakukan penyidikan dalam kasus ini. Sudah 30 orang kita mintai keterangan dari kedua belah pihak. Kita juga sudah menurunkan tim Dalmas  ke lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dingingkan. Kita berharap, kedua perusahaan dapat saling menahan diri," ungkap Kapolres Rohul, AKBP Hersadwi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/07/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, kejadian ini berawal ketika PT PS melakukan land clearing (pembersihan lahan) yang akan dijadikan perkebunan sawit, Kamis (30/07/2009). Namun tiba-tiba karyawan PT PS didatangi sekitar 50 karyawan PT RAR.

Kedua karyawan perusahaan itu awalnya cekcok mulut saling mengklaim lahan tersebut. Entah siapa yang memulainya, lantas terjadi bentrok massal. Mereka berkelahi dengan menggunakan sentaja tajam seperi parang, sangkur dan panah.

Akibat perkelahian ini karyawan PT PS, Tazri (40) meninggal dunia akibat luka bacok. Sedangkan dua orang Leo Nardi dan  Rusnur yang juga karyawan PT PS mengalami luka berat. Kini kedua karyawan tersebut di rawat di RS Eka Hispital, Pekanbaru.

"Kita belum ada menetapkan siapa tersangkanya. Dari segi tindak pidananya kita tetap tindak lanjuti. Sedangkan masalah perdatanya soal sengketa lahan, kita sudah minta kedua belah puhak untuk menyelesaikan secara administrasi," kata Hersadwi.

(cha/djo)


Berita Terkait