"Penularan penyakit tersebut (flu burung atau flu babi) sudah meluas dan telah terjadi penularan antar-manusia. Karenanya wajar saja kalau kita semua perlu waspada, sehingga yang mengalami panas tinggi harus diperiksakan lebih intensif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Suarakarta, Sri Wahyuningsih, Jumat (31/7/2009) siang.
Petugas dari dinas kesehatan memeriksa para santri itu sejak pagi hingga siang. Wahyuningsih mengatakan, dari 185 santriwati di pesantren itu, 40 santri yang mengalami persoalan gangguan kesehatan seperti panas badan tinggi, batuk, flu dan lain-lainnya. Dari jumlah tersebut 23 santri mengalami persoalan yang serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya diputuskan 23 santriwati ini seluruhnya kami rujukkan ke RS Moewardi untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih memadai. Sedangkan 17 santriwati lain yang juga mengalami gangguan kesehatan kami putuskan tetap tinggal di pondok tapi berada di ruang isolasi," ujar Wahyuningsih.
Salah seorang pengajar di ponpes tersebut, Achmad, mengatakan beberapa santriwati tersebut memang telah mengalami gangguan kesehatan sejak datang dari rumah selama liburan.
"Mungkin saja penyakit yang dibawa santriwati itu menular ke teman-temannya setelah berkumpul kembali di pesantren. Semoga mereka hanya batuk adan flu biasa sehingga segera bisa mengikuti pelajaran lagi," ujar Achmad.
(mbr/djo)











































