"Mereka hanya menyedot sumber daya kami. Kami menjadi resah dan jauh dari
damai," kata koordinator aksi dari Liga Perjuangan Nasional Rakyat Papua Barat, Arkilaus Arnesius Baho, di depan Gedung Perwakilan Freeport di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2009).
Pendemo membawa spanduk besar hitam bertuliskan "Tutup PT Freeport Indonesia", dan beberapa poster antara lain bertuliskan "Freeport Biang Kerok", "Kurangi Aktivitas Militer dalam Tambang", dan Freeport dan Pemerintah Bertanggungjawab dalam Insiden Freeport."
Penjagaan aparat cukup ketat. Puluhan polisi memantau aktivitas tersebut.
(Ari/aan)










































