"Kehadiran Carrefour meminggirkan pedagang lokal. Persaingan ini tidak sehat dan tidak adil," kata koordinator aksi, Fajri Gumay di depan Carrefour MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2009).
Massa meminta pemerintah memberikan regulasi dan proteksi yang ampuh untuk melindungi pedagang lokal. Selain itu, menurut dia, jaringan kapitalisme asing dinilai mengancam ekonomi nasional.
"Ini dapat mematikan pedagang kaki lima, dan pedagang kecil lain. Di belakang
Carrefour, pemegang saham dan komisaris adalah orang Israel," tuding Fajri Gumay.
Hingga pukul 10.30 WIB demo masih berlangsung. 30 polisi mengamankan aksi ini. Arus lalu-lintas dari Cawang menuju Grogol sempat tersendat karena satu lajur jalan digunakan untuk parkir kendaraan pendemo. Sementara aktifitas Carrefour berjalan normal.
(Ari/aan)











































