Demikian kata Presiden SBY dalam rakor dengan para gubernur plus TNI dan Polri, Kamis (30/7/2009). Rakor melalui video conference ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
"Intelijen, saya harap hidup di seluruh Indonesia terhadap kemungkinan terjadinya aksi-aksi terorisme ini," ujar dia.
Intelijen menurut SBY bukan lagi fungsi dari jajaran aparat keamanan dan pemerintah. Tapi seluruh rakyat, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama seluruh rakyat paling tidak untuk menjaga dan pertahankan keamanan di lingkungannya masing-masing.
"Intelijen awal dari segalanya. Kita juga punya kewaspadaan, sense of intelligence bila ada yang tidak biasa. Maka mari jangan sia-siakan bila ada sense itu," sambungnya.
Lebih lanjut SBY menyatakan sekarang ini kegiatan intelejen tidak lagi identik dengan kepentingan politik. Era tersebut sudah berakhir dan mereka yang mendapatkan pengamatan Intelijen adalah pihak-pihak yang berpotensi melakukan kejahatan.
"Intelijen untuk kesamatan negara, bukan untuk politik, bukan untuk kekuasaan. Sangat berbeda," tandasnya.
(lh/mok)











































