Demikian disampaikan SBY dalam rakor pemeritah pusat dan daerah plus jajaran TNI dan Polri, Kamis (30/7/2009). Rakor yang berlangsung melalui fasilitas video conference itu digelar di Istana Negara, Jakarta.
"Polisi banyak mengetahui, silakan berbagi apa yang diketahuinya dari hasil pelacakan dengan pihak-pihak lain terkait," ujar SBY.
Sebelumnya kepada para gubernur peserta video conference, SBY minta agar upaya jajaran TNI, Polri dan BIN mengejar para pelaku aksi teror untuk dibantu. Sebab aksi teror di suatu daerah bisa jadi prosesnya justru dimulai dari daerah lain yang artinya ada jaringan terorisme di sana.
Sebagai contoh SBY menyebut kasus ledakan bom 17 Juli. Meski ledakan terjadi di Jakarta, tapi ada kecurigaan perencanaannya disusun di daerah lain dan bom yang meledak tewaskan 9 orang itu kemungkinan dirakit di daerah lain lagi.
Padahal lima tahun terakhir, tidak sedikit bom dan bahan bom yang berhasil polisi sita di berbagai daerah. Ini secara tidak langsung bukti bahwa sel-sel terorisme sebenarnya masih ada bekerja di tengah masyarakat.
"Kita telah banyak memenangkan pertempuran terhadap terorisme. Tapi kita belum sukses dalam perang melawan terorisme," ujar SBY.
(lh/aan)











































