"Tidak jabat tangan dulu ya. Saya flu, khawatir kalau jabat tangan, ini (flu) bisa malah terdistribusi," ujar SBY.
Hal ini disampaikannya saat menutup rakor dengan jajaran pemerintah daerah plus TNI dan Polri. Rakor yang berlangsung dengan video conference ini digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
Mendengar ini para anggota kabinet dan pejabat negara yang terlanjur berdiri untuk berjabat tangan, sempat ragu-ragu. Mereka selanjutnya keluar ruangan setelah Presiden SBY keluar terlebih dahulu.
Rapat membahas antisipasi ancaman el nino, pencegahan terorisme dan RAPBN 2010 itu berlangsung selama lebih dari 2 jam. Selama itu suara SBY terdengar sedikit serak meski tidak sampai terbatuk, beberapa kali dia menghentikan penyampaian arahan untuk minum melegakan tenggorokan.
Sejak sepekan lalu, SBY memang sedang terkena flu berat. Atas perintah tim dokter kepresidenan, SBY mengurangi aktivitasnya dan bekerja di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor.
(lh/nrl)











































