diberangus petugas. Pedagang melakukan perlawanan dengan membakar kayu bekas di jalan. Pemblokiran ini disertai jerit histeris pedagang.
"Beraninya sama rakyat kecil, pemilu nggak ada artinya," teriak ibu-ibu
pedagang di tengah kerumunan petugas di lokasi penggusuran, Jl Baladewa, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2009).
Mendapat perlawanan tersebut, petugas Satpol PP yang berjumlah 400 orang
tidak terprovokasi. Warga yang berlaku histeris ditenangkan oleh sesepuh
kampung. Kemudian dibawa ke perkampungan yang terletak di seberang sungai tersebut.
"Kami menempati sejak tahun 1980. Tidak ada masalah," kata seorang pedagang, Kasno (33).
Sebagian lapak tampak berbentuk permanen. Terbuat dari tembok, beton dan pagar teralis rapih. Sebagian lagi telah dipergunakan untuk poskamling, posyandu atau pun balai RT.
Untuk merobohkan itu, satpol PP menerjunkan satu alat berat. Dengan
tenaganya yang tak terbendung, alat itu mulai meratakan bangunan satu
per satu.
(Ari/aan)











































